Rabu, 27 Januari 2016

Hikmah Dibalik Ujian

Kisah ini saya tuliskan bukan saya orang yang paling suci dan tidak pernah melakukan hal semacam ini, pernah, tetapi sebaik-baik orang bersalah adalah ketika berbuat salah dia bertobat dan mengambil hikmah dibalik perbuatan tersebut dan dibagikan kesiapa saja itk dijadikan pelajaran, dan perenungan.

Percakapan ini berawal dari ujian mata kuliah SA, dan bedanya ujian MK ini dengan MK lain adalah UAS terjadi 2x, dimana yang pertama pada saat Jum'at 22 Januari 2016, Jawabannya hampir 80% sama jawabannya.. karena memang pada saat itu dosen Pengajar mengamanahkan mahasiswa semester atas untuk menjaga kami. Sehingga Ujian Part II terjadi Senin 25 Januari 2016. 

Setelah selesai Ujian Tiba-tiba dari belakang ada teman dekatku memukul pundakku, sambil menegur woooy brooo.... saya jadinya kaget.. dam disitulah terjadi percakapan hangaaaat... apa isinya.... cekiiiiiiidooooot.....

A: kenapa anda tidak mau menyontek?
B: Karena tidak ada kesempatan..
A: aah tadi ana kasih jawaban nt tidak mau?
B: karena tdk ada kesempatan...
A: pesombong  skaliiiii....
B: astagfirullah... maksudnya ana, ana tidak punya kesempatan lagi mengelak sama malaikat maut ketika ana dicabut nyawa pada saat dalam keadaan menyontek. Dan ana sangat merugi ketika dapat nilai bagus, Cuma hasil contekan... 
A: dimana ruginya?
B: (sambil pegang bahunya sambil dielus) bro ujian mata kuliah ini tidak akan dimintai pertanggung jawaban, jadi jangan sampai kita menambah apa yg kita pertanggung jawabkan dihadapan Allah.

Pelajaran yg saya bisa diambil :
Ujian mata kuliah tidak akan dimintai pertanggung jawaban, kapan Allah akan mintai pertanggung jawaban? ketika kita menyontek, karena itu bagian dari penipuan. Menipu dosen dengan jawaban yang hampir sama persis dengan yang dibuku/teman punya. Mudah2an bisa dijadikan pelajaran.
Wallahu ta’ala a’lam.

Tunggu kisah berikutnya yaaaa... tentang inspirasi "Dahsyatnya Kata Maaf"....
Tunggu kisahnya makanya kunjungi terus blog kami supandri-menulis.blogspot.com dan fb: soepandri thoiba. Email : supandri1994@gmail.com

Mohon maaf rangkaian kata2nya tidak teratur karena dalam tahap belajar, lebih baik salah karena memulai daripada tidak pernah salah karena Pernah memulai.
#salam_inspirasi

Terima saran yang membangun di email supandri1994@gmail.com

Senin, 25 Januari 2016

Motivasi

Renungan Hari ini Selasa 26 januari 2016 @habis ujian strukbar

Sesuatu yang terjadi dimasa sekarang adalah hasil yang tahun lalu. Jadi kalau anda lebih dari 4 tahun kuliah itu adalah hasil semeser 1-8, malas yang selalu menemani disetiap helaan nafas, dzikir pagi petang diganti dengan tidur pagi petang yang menemani kamar kita, itulah penghamabat kuliah tepat waktu, bukan nunggu waktuyang tepat. Karena nunggu waktu yang tepat ini tidak jelas, pas waktu kayakah? Apakah setelah kaya anda akan berhenti disitu saja? No!!! Pasti mau beli motor, android, mobil dll, mau menikah dst... kalau kuliah tepat waktu berdo’alah itulah waktu yang tepat, islam ini sangat butuh antum. Ilmuan, PNS, Dosen, dll atau apa saja. Untuk memajukan islam dalam berbagai sektor. Diantaranya perekonomian, perikanan, pertanian dsb...


Rabu, 20 Januari 2016

Inspirasi



Dalam setengah  tahun terakhir banyak terjadi kasus pelecehan simbol-simbol islam. Ada kasus perederan sandal merek Nike   dan Glacio  dengan motif hiasan lafal Allah, bahkan kaligrafi surat Al-Ikhlas. Sampul Al-Qur’an dijadikan terompet. Lembaran Al-Qur’an dijadikan  kertas petasan . celana bermotifkan kaligrafi surat al-ikhlas. Loyang kue  bertuliskan   ayat al-qur’an. Adzan mengiringi      nyanyian natal dalam perayaan  natal yang dihadiri oleh presiden jokowi. Karpet sajadah dijadikan alas penari yang menarikan tari bali dalam sebuah acara Kemenag DKI. Yang paling akhir adalah kasus yang diungkap oleh seorang netien di facebook nya pada kamis (8/1/2016) bahwa ada sepatu   merek  La koka bertuliskan kaligrafi arab berupa penggaln QS Yusuf   ayat 64: “fallah khayrun hafizhan”. Sepatu itu diduga  dibeli disurabaya (hidayatullah.com 9/1/2016). (Buletin dakwah Al-Islam edisi 789:  4 rabiul akhir 1437 H/15 Januari 2016 M)

Mebudayakan tadisi Ilmu dan Tarbiyah
Mengapa kita harus membudayakan tradisi ilmu dan atarbiyah karena jelas Allah telah menyinggung orang yang berilmu dengan tidak berilmu berbeda, dalam QS Az-zumar (39): 9 Allah berfrman yang artinya  “Adakah sama orangorang yang mengetahui  dengn orang –orng yan tidk mengetahui?” sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Saya tidak mengatakan oknum-oknum diatas tidak berilmu, mungkin berilmu tapi ilmunya belum sampai disitu, karena secara bahasa ilmu itu mengetahui sesuatuesuai dengan hakikatnya. jadi untuk membangun negara ini bukan hanya butuh semangat jihad, tetapi semangat menuntu ilmu dan tarbiyah, harus lebih dari semangat jihad, atau semangat apapun, karena imam bukhori memberikan satu bab dalam kitabnya, berilmu sebelum berkata dan beramal, jadi untuk melakukan sesutu ilmui dulu apa yang akan kita lakukan. i
insyaAllah.....