Kisah ini saya tuliskan bukan saya orang yang paling suci dan tidak pernah melakukan hal semacam ini, pernah, tetapi sebaik-baik orang bersalah adalah ketika berbuat salah dia bertobat dan mengambil hikmah dibalik perbuatan tersebut dan dibagikan kesiapa saja itk dijadikan pelajaran, dan perenungan.
Percakapan ini berawal dari ujian mata kuliah SA, dan bedanya ujian MK ini dengan MK lain adalah UAS terjadi 2x, dimana yang pertama pada saat Jum'at 22 Januari 2016, Jawabannya hampir 80% sama jawabannya.. karena memang pada saat itu dosen Pengajar mengamanahkan mahasiswa semester atas untuk menjaga kami. Sehingga Ujian Part II terjadi Senin 25 Januari 2016.
Setelah selesai Ujian Tiba-tiba dari belakang ada teman dekatku memukul pundakku, sambil menegur woooy brooo.... saya jadinya kaget.. dam disitulah terjadi percakapan hangaaaat... apa isinya.... cekiiiiiiidooooot.....
A: kenapa anda tidak mau menyontek?
B: Karena tidak ada kesempatan..
A: aah tadi ana kasih jawaban nt tidak mau?
B: karena tdk ada kesempatan...
A: pesombong skaliiiii....
B: astagfirullah... maksudnya ana, ana tidak punya kesempatan lagi mengelak sama malaikat maut ketika ana dicabut nyawa pada saat dalam keadaan menyontek. Dan ana sangat merugi ketika dapat nilai bagus, Cuma hasil contekan...
A: dimana ruginya?
B: (sambil pegang bahunya sambil dielus) bro ujian mata kuliah ini tidak akan dimintai pertanggung jawaban, jadi jangan sampai kita menambah apa yg kita pertanggung jawabkan dihadapan Allah.
Pelajaran yg saya bisa diambil :
Ujian mata kuliah tidak akan dimintai pertanggung jawaban, kapan Allah akan mintai pertanggung jawaban? ketika kita menyontek, karena itu bagian dari penipuan. Menipu dosen dengan jawaban yang hampir sama persis dengan yang dibuku/teman punya. Mudah2an bisa dijadikan pelajaran.
Wallahu ta’ala a’lam.
Tunggu kisah berikutnya yaaaa... tentang inspirasi "Dahsyatnya Kata Maaf"....
Tunggu kisahnya makanya kunjungi terus blog kami supandri-menulis.blogspot.com dan fb: soepandri thoiba. Email : supandri1994@gmail.com
Mohon maaf rangkaian kata2nya tidak teratur karena dalam tahap belajar, lebih baik salah karena memulai daripada tidak pernah salah karena Pernah memulai.
#salam_inspirasi
Terima saran yang membangun di email supandri1994@gmail.com